Keberuntungan bukanlah takdir, melainkan keadaan energi yang dapat dikendalikan! Pelajari cara fisika dan frekuensi energi digunakan untuk aktif menciptakan keberuntungan dari eksperimen ilmiah dan 'Teori Perahu Layar' dari profesor Stanford. Kuasai cara menyetel frekuensi energi Anda agar keberuntungan aktif mencari Anda.
Dari 'pekerja pengganti' dalam mitologi Sumeria hingga perjanjian ketat dalam Yudaisme, lalu ke tanpa-diri dalam Buddhisme dan mengikuti alam dalam Taoisme—ulas dengan cepat bagaimana lima sistem keagamaan besar menjelaskan asal-usul utama manusia dari perspektif tempat kerja. Barat menekankan penguasa berkehendak dan perjanjian, sementara Timur mengejar hukum tanpa kehendak dan pembebasan. Bagaimana dua kerangka berpikir yang sangat berbeda ini memengaruhi imajinasi kita tentang Sang Pencipta.
Aliran Yogacara membagi kesadaran menjadi delapan lapisan. Enam kesadaran pertama bertanggung jawab atas aktivitas sehari-hari tetapi dapat mati (shut down), sedangkan kesadaran ketujuh dan kedelapan adalah kunci untuk mengendalikan reinkarnasi siklus hidup. Alaya-vijnana bertindak seperti cloud drive pribadi dengan kapasitas tak terbatas, menyimpan benih karma lintas kehidupan. Setelah meninggal, kesadaran ketujuh membawa kesadaran kedelapan untuk bereinkarnasi, menyinkronkan data kehidupan masa lalu yang memicu bakat bawaan dan deja vu.
Konsep Buddhis tentang "Delapan Kesadaran" dalam mazhab Yogacara adalah ilmu kognitif kuno, yang membagi kesadaran manusia menjadi struktur empat lapis: Sensor (lima kesadaran pertama), CPU (kesadaran keenam), Algoritma Ego (kesadaran Manas), dan Cloud Drive (kesadaran Alaya). Pahami sistem operasi manusia ini untuk melihat bagaimana emosi dikendalikan secara otomatis, dan rebut kembali kendali atas hidup Anda.
Mengapa semakin peduli pada seseorang atau sesuatu, justru semakin menderita? Bedah lima jebakan kognitif otak (fikasasi, limitasi, isolasi, divisi, dan subjektifikasi) melalui kebijaksanaan Sutra Intan. Jelaskan mengapa sebab akibat yang saling bergantungan dan sunyata bukanlah fatalisme melainkan teori ikhtiar, serta berikan panduan praktis kehidupan sehari-hari melalui metode 'Empat Hal Itu' (Hadapi, Terima, Tangani, Lepaskan) dari Master Sheng Yen.
Banyak orang menggunakan konsep "Buddha-style" (pasrah tanpa usaha) sebagai alasan untuk menghindar dari kenyataan, namun melepaskan dan menyerah yang sejati adalah dua hal yang sangat berbeda. Mengambil hikmah dari ajaran Master Sheng Yen, 45 tahun penyebaran Dharma oleh Buddha, dan perwujudan seribu tangan dan mata Bodhisattva Guanyin, kita membedah apa kepedulian tingkat tinggi "welas asih dan kebijaksanaan dalam aksi ganda" itu, dan memahami bagaimana "tinggal di mana-mana namun membangkitkan pikiran" dari Sutra Intan memungkinkan Anda melintasi dunia fana dengan berani namun tetap lembut.
Mengapa saat kita telah memberikan 120% usaha tetapi hasil tidak sesuai harapan kita langsung hancur? Dimulai dari ajaran inti Sutra Intan 'Membangkitkan pikiran tanpa menetap' yang dipadukan dengan 'Pemisahan Tugas' dari Adler, menggunakan filosofi wajan anti lengket and pola pikir penyewa untuk memecahkan bagaimana cara berusaha 120% tetapi memiliki 0% kelekatan pada hasil, melepaskan untung-rugi untuk hidup lebih bebas dalam pekerjaan dan hubungan.
Profesor Fisika Jih-Chen Chiang mendedikasikan 15 tahun untuk mempelajari Sutra Intan menggunakan teori medan kuantum, menjelaskan esensi jiwa melalui paket gelombang, memetakan ruang 10 dimensi dengan tingkatan Buddhis menggunakan teori superstring, menganalogikan kemelekatan dalam hubungan manusia dengan keterikatan kuantum, dan membagikan cara mengatasi depresi serta menemukan kebebasan spiritual melalui "Pikiran yang Tidak Berdiam pada Kemelekatan Apapun".
Sangpo Rinpoche membalikkan pemahaman tradisional tentang Buddhisme: Buddha tidak ada dalam bentuk materi, Buddha sejati ada di dalam tubuh dan pikiran Anda sendiri. Pikiran tidak pernah sakit, yang berubah adalah pikiran Anda sendiri. Rintangan adalah kayu bakar kebijaksanaan, mengubahnya alih-alih memotongnya adalah cara Manggala/Vajrayana. Kemelekatan adalah energi berlebih, samsara adalah pengulangan kebiasaan buruk yang Anda lakukan sendiri. Hadapi akar masalah daripada mengejar batu yang dilempar. Hubungan jodoh di dalam karma adalah kunci mengubah takdir hidup Anda.
Kecemasan kita bermula dari dibajak oleh mesin berpikir tanpa henti di otak kita. Eckhart Tolle, penulis "The Power of Now," menjelaskan bagaimana pikiran membuat kita terjebak dalam penyesalan masa lalu dan kekhawatiran masa depan melalui "waktu psikologis," dan bagaimana akumulasi "Pain-Body" dari masa lalu mengendalikan emosi kita seperti parasit. Melalui praktik sehari-hari seperti mengamati napas, merasakan tubuh, dan menghentikan penilaian, kita dapat menjadi pengamat pikiran kita dan menemukan kedamaian batin dalam pekerjaan dan hubungan.